Masih ragu pada efek kafein ? Baca dulu tulisan ini🙂

Anda harus lembur untuk menyelesaikan beberapa tugas penting yang memang sudah tengat waktunya. Tetapi, rasa kantuk menyerang. Tidak bisa tidak, Anda merasa perlu minum kopi. Dan ajaib, mata Anda langsung melek dan semangat kerja pun kembali muncul.

Kopi memang kerap dijadikan andalan untuk memompa semangat saat pekerjaan menumpuk. Yang menyebabkan kopi punya khasiat seperti itu adalah kafein. Namun, disamping itu, kafein juga mempunyai reputasi buruk, karena dianggap bisa meningkatkan detak jantung. Nah lo ?

Jangan panik dulu…;) Kafein tidak seburuk itu kok🙂

Sejak tahun 1958, FDA (food and drug administration) mengklarifikasi bahwa kafein sebagai GRAS (generally recognized as safe). Belum yakin ? The American Medical Assosiation (AMA) menyatakan bahwa peminum kopi dan teh dalam jumlah sedang tidak perlu khawatir terhadap pengaruh kafein terhadap kesehatannya. Yang penting diimbangi dengan pola hidup sehat (pola makan, olahraga dll).

Menurut Prof. Dr. Ir. Deddy Muchtadi, MS, ” Efek kafein dalam tubuh berbeda-beda durasinya, tergantung usia dan kondisi tubuh”. Pada orang dewasa, efek kafein bisa bertahan 3-5 jam, sementara pada bayi di bawah 6 bulan, kafein bisa betah tinggal sampai 24 jam. Pada ibu hamil, efeknya dapat terasa 7-8 jam. dan pada perokok, senyawa ini hanya sudi memberikan efek selama 2-3 jam. Durasi kafein tersebut tergantung dari faktor genetik, obat yang dikonsumsi, makanan, dan lain-lain. Alkohol, kontrasepsi oral, kehamilan, kegemukan dan kerusakan hati akan memperlambat metabolisme kafein dan memperlama waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan efeknya. Sementara merokok, sayuran jenis brokoli, kol, lobak, daging asap, dan usia muda adalah faktor yang mempercepat metabolisme kafein.

Kita perlu berterimakasih pada Friedrich Ferdinand Runge, ahli kimia asal Jerman yang menemukan senyawa kafein pada 1819. Berkat penemuannya, banyak penelitian dilakukan untuk untuk menggali manfaat kafein untuk kesehatan hingga sekarang. Ini sekaligus mematahkan mitos-mitos negatif kafein yang selama ini beredar di masyarakat. Weinberg dan Bealer menguraikannya sebagai berikut :

  1. Kafein dan nyeri. kafein mampu meredakan nyeri melalui dua mekanisme. Pertama, meredakan rasa sakit dengan memperbaiki kerusakan jaringan dan mengurangi peradangan. Kedua, menghambat pusat rasa nyeri di otak dan meningkatkan efektivitas pereda nyeri alam dalam tubuh.
  2. Kafein dan batu empedu. Kafein mampu meningkatkan laju aliran darah dalam empedu, menurunkan penyerapan cairan salauran empedu, dan menghambat kristalisasi kolesterol empedu.
  3. Kafein dan sistem kardiovaskuler. Penelitian medis menyebutkan bahwa minum kopi bisa menenangkan diri. Jika hal itu dilakukan secara teratur, tekanan darah akan menurun secara signifikan.
  4. Kafein dan osteoporosis. Tidak ada bukti otentik bahwa kafein berbahaya bagi kesehatan tulang atau simpanan kalsium selama Anda memenuhi kebutuhan kalsium harian Anda.
  5. Kafein dan kanker. Kafein tidak meningkatkan peluang penyakit kanker. Sebaliknya, menurunkan risiko beberapa penyakit kanker, seprti kanker payudara dan kanker kolon.
  6. kafein dan saluran nafas. Kafein dapat memperlebar saluran nafas, sehingga dapat digunakan untuk terapi asma. Kafein juga dapat menekan perkembangan penyakit paru-paru pada perokok.

Siapa sih yang antikafein ?

Dan apa sih efek tak terduga dari kafein yang menyenangkan ?

Tunggu ya kelanjutannya…;)

*i’m coffee addicted😉