Food combining merupakan salah satu cara berdiet yang sehat dan seimbang terutama bagi mereka yang sedang menjalankan program penurunan berat badan. Yang perlu diperhatikan dalam menjalankan diet ini adalah mengenai peranan enzim pencernaan, waktu cerna enzim, apa yang boleh dilakukan, dan apa yang sebaiknya dihindari.

Peranan Enzim Pencernaan
Setiap jenis makanan dicerna oleh enzim yang berbeda-beda, karbohidrat dicerna oleh enzim pemecah karbohidrat, protein dicerna oleh enzim pemecah protein dan sebagainya. Pengetahuan inilah yang kemudian digunakan oleh para ahli gizi dalam menyusun pola makan sehat seimbang yang diberi nama Food Combining.

Waktu Cerna Enzim
Setiap makanan mempunyai waktu dan jumlah tertentu untuk dicerna sesuai dengan kondisi enzim pencernaan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Buah-buahan dapat dicerna lambung selama 15-20 menit (kecuali pisang yang 45 menit).
  • Karbohidrat membuthkan waktu 2 jam untuk dicerna.
  • Protein hewan membutuhkan waktu 3-4 jam untuk dicerna.
  • Campuran karbohidrat dan protein hewani membutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk dicerna.

Bagaimana Menjalankan Food Combining?
Pagi hari

  • Mulailah dengan meminum air hangat dengna perasan jeruk nipis tanpa gula.
  • Kemudian minumlah jus buah (apa saja kecuali durian dan nangka).
  • 30 menit kemudian, makanlah buah potong sampai perut terasa kenyang. Jika masih terasa lapar, tambahkan beberapa porsi buah.

Pukul 09.00-10.00

  • Makan buah-buahan lagi.
  • Bagi yang sedang sakit atau sangat kurus dapat mengkonsumsi sepotong roti isi sayur atau singkong/ubi atau bubur tanpa ayam atau roti tanpa selai.

Siang

  • Makan siang berupa protein hewani, sayuran yang banyak, serta tempe atau tahu tanpa nasi.

Pukul 16.00

  • Makan kacang-kacangan atau buah. Kue-kue boleh dikonsumsi tapi dalam jumlah sedikit.

Pukul 19.00 (makan malam)

  • Sebaiknya makan karbohidrat, tempe dan tahu, serta sayuran yang banyak.

Pukul 21. 30 – 22.00 (sebelum tidur)

  • Jus sayuran

Hal-hal penting dalam menjalankan Food Combining

  1. Jangan mengkonsumsi makanan yang manis-manis.
  2. Jangan mengkonsumsi minuman bersoda (softdrink).
  3. Hindari konsumsi alcohol dankopi terutama kopi instant.

Tinjauan Ilmiah Food Combining

  • Konsumsi karbohidrat tidak boleh bersamaan dengan protein dan lemak karena berdasarkan pertimbangan metabolismenya tidak cocok, enzim yang diproduksi menjadi beragam sesuai dengan zat gizi yang masuk, sehingga membuat tubuh bingung. Kombinasi makanan yang terlalu banyak ini menimbulkan penyakit. Tubuh manusia sudah diatur sedemikian rupa termasuk dalam produksi enzim. Enzim pencernaan akan selalu diproduksi tubuh sesuai dengan jenis zat gizi yang masuk. Tanpa mengkonsumsi banyak ragam makanan pun, tubuh tetap akan memproduksi enzim karena setiap makanan tidak mengandung single zat gizi melainkan multi zat gizi. Dalam hal ini, saluran cerna akan mengeluarkan zatnya untuk membantu proses pencernaan dan berjalan sebagaimana mestinya tanpa harus bingung.
  • Banyak orang berhsil menurunkan berat badan dengan Food Combining. Hal ini dikarenakan asupan energi totalnya rendah. Apapun jenis dietnya, jika patuh pasti akan berhasil.
  • Jenis zat gizi yang sering tidak terpenuhi dalam diet Food Combining adalah kalsium sehingga berisiko osteoporosis. Sedangkan zat gizi yang sering berlebih adalah lemak jenuh, karena adanya peningkatan asupan protein. Makanan tinggi protein identik tinggi lemak.

Contoh Menu Food Combining

Pagi

  • Air jeruk nipis hangat
  • Jus tomat apel
  • Buah potong (melon, semangka, pepaya)

Snack

  • Apel merah atau Roti isi & tomat

Siang

– Tumis kangkung
– Ikan bakar
– Tempe goreng
– Lalapan
atau – Capjae kuah
– Phoe yung hai

Snack

  • Rebusan kacang hijau atau Nagasari.

Malam

– Nasi putih
– Pecel sayuran
– Bacem tempe dan tahu
– Tumis labu siam
atau – Kentang goreng
– Sup wortel, tomat
– Rollade tahu
– Stup blomkol dan buncis

Sebelum tidur

  • Jus wortel & bayam